Cara Membuat Search String untuk SLR

17 Juni 2026
Tim NulisKata

Kamu udah punya research question yang matang pakai framework PICO. Tapi sekarang mentok: gimana cara nyari jurnalnya? Udah coba ngetik keyword di Google Scholar tapi hasilnya ribuan dan nggak relevan? Atau malah nggak ada hasil sama sekali?

Ini masalah yang paling sering dihadapi mahasiswa pas bikin SLR. Research question udah oke, tapi search string nggak optimal. Akibatnya, artikel yang muncul ribuan dan nggak relevan — atau malah nggak ada hasil sama sekali.

Search string adalah jembatan antara research question dan database jurnal. Kalau search string-nya tepat, kamu bakal dapetin artikel yang relevan dalam jumlah yang manageable. Kalau salah, kamu buang waktu berminggu-minggu screening artikel yang nggak nyambung.

Di artikel ini, kamu bakal belajar cara bikin search string yang bener dari komponen dasar, teknik boolean, sampai contoh konkret buat berbagai topik. Plus tips dokumentasi biar lojik pencarian kamu bisa direproduksi oleh peneliti lain — syarat penting dalam SLR.

Baca Juga: Panduan Lengkap SLR untuk Skripsi & Penelitian

Apa Itu Search String dalam SLR?

Search string adalah kombinasi kata kunci, operator boolean, dan teknik pencarian yang dirancang secara sistematis untuk menemukan artikel ilmiah yang relevan di database jurnal. Search string inilah yang membedakan SLR dari literature review biasa.

Search string bukan cuma asal ngetik keyword di Google Scholar. Dia harus dirancang berdasarkan research question yang udah ditetapkan sebelumnya, dengan mempertimbangkan sinonim, variasi istilah, dan batasan tertentu.

Komponen utama search string meliputi:

  • Keyword inti — kata kunci dari elemen PICO/PICOS
  • Operator Boolean — AND, OR, NOT untuk menghubungkan keyword
  • Phrase searching — tanda kutip untuk istilah majemuk
  • Truncation atau Wildcard — asterisk untuk variasi akar kata
  • Field tags — pembatas pencarian di judul, abstrak, atau subjek

Kenapa Search String Penting dalam SLR?

Banyak mahasiswa yang ngeremehin proses bikin search string. Padahal search string yang baik menentukan kualitas SLR secara keseluruhan. Bayangin kamu mau nyari buku di perpustakaan tanpa judul atau pengarang yang jelas. Pasti muter-muter nggak karuan. Sama halnya dengan SLR tanpa search string yang terstruktur.

Search string adalah fondasi pencarian literatur. Tanpa search string yang baik, hasil SLR kamu bisa dipertanyakan validitasnya. Berikut alasan kenapa search string nggak boleh asal-asalan:

  • Reproducibility — SLR harus bisa direproduksi oleh peneliti lain. Search string yang terdokumentasi dengan baik bikin peneliti lain bisa ngulang pencarian yang sama dan dapetin hasil yang mirip. Ini syarat utama SLR yang kredibel dan membedakannya dari literature review biasa yang nggak punya protokol pencarian jelas.
  • Sensitivity vs Specificity — Search string yang terlalu sensitif bisa ngasih ribuan artikel. Yang terlalu spesifik bisa kelewat artikel penting. Tujuannya adalah keseimbangan.
  • Efisiensi waktu — Search string yang optimal bisa nghemat waktu berminggu-minggu dengan mengurangi jumlah artikel nggak relevan.
  • Transparansi — Search string harus dicantumkan di laporan supaya pembaca bisa menilai kualitas review kamu.

Cara Membuat Search String Langkah demi Langkah

Berikut langkah praktis yang bisa kamu ikuti buat bikin search string SLR:

  1. Ekstrak keyword dari research question. Ambil setiap elemen PICO dari RQ kamu. Misalnya untuk RQ: “Bagaimana pengaruh AI writing tools terhadap kualitas tulisan mahasiswa?”, maka keyword inti dari Population adalah mahasiswa, Intervention adalah AI writing tools, dan Outcome adalah kualitas tulisan.
  2. Cari sinonim dan variasi istilah. Setiap keyword punya sinonim yang dipakai di literatur. Contoh: AI writing tools bisa ditulis artificial intelligence writing, automated writing, atau AI-assisted writing. Kata mahasiswa bisa student, college student, undergraduate. Semakin banyak sinonim, semakin sensitif pencarian kamu. Tapi jangan berlebihan, cukup 3 sampai 5 sinonim per elemen.
  3. Gunakan operator Boolean. Hubungkan sinonim dengan OR, kelompok keyword dengan AND. Contoh: (AI writing tools OR automated writing) AND (students OR undergraduates) AND (writing quality OR writing performance)
  4. Terapkan phrase searching dan truncation. Gunakan tanda kutip untuk istilah majemuk. Gunakan asterisk untuk variasi akar kata: student* bakal nemuin student, students, student’s. Tapi hati-hati truncation nggak berfungsi di semua database.
  5. Sesuaikan dengan database target. Cek petunjuk pencarian database yang kamu pake. Scopus pake TITLE-ABS-KEY(), PubMed pake MeSH terms, Google Scholar pake operator sederhana. Jangan asal copy-paste antar database.
  6. Uji coba dan iterasi. Search string jarang langsung sempurna. Coba di database, liat hasilnya. Kalau terlalu banyak atau terlalu sedikit, revisi. Catat setiap versi yang kamu coba — termasuk database, tanggal, jumlah hasil, dan perubahan yang dilakukan. Dokumentasi ini penting buat laporan SLR kamu nantinya.

Teknik Dasar Operator Boolean

Operator Boolean adalah fondasi search string. Tapi banyak mahasiswa yang masih salah pake operator ini, terutama soal urutan prioritas dan penggunaan tanda kurung. Ini panduan singkatnya:

Operator Fungsi Contoh Hasil
AND Semua keyword harus ada SLR AND mahasiswa Artikel yang bahas SLR dan mahasiswa
OR Salah satu keyword cukup SLR OR systematic review Artikel yang bahas SLR atau systematic review
NOT Exclude keyword tertentu SLR NOT medical Artikel SLR kecuali yang medical
“…” Mencari frase persis “systematic literature review” Artikel dengan frase tersebut
* Variasi akar kata educat* education, educational, educator
(…) Gruping prioritas (AI OR AI tools) AND student* Prioritas dihitung dari dalam kurung

Baca Juga: Panduan Research Question SLR dengan PICO

Contoh Search String Berdasarkan Research Question

Semua contoh di bawah ini ditulis dalam format yang bisa langsung dipake. Tinggal ganti keyword sesuai topik kamu.

RQ: Pengaruh AI Writing Tools terhadap Kualitas Tulisan Mahasiswa

Scopus:
TITLE-ABS-KEY((“AI writing tools” OR “artificial intelligence writing” OR “automated writing”) AND (“students” OR “college students” OR “undergraduates”) AND (“writing quality” OR “writing performance” OR “writing skill”))

Google Scholar:
“AI writing tools” OR “artificial intelligence writing” AND students AND “writing quality”

PubMed:
((“artificial intelligence”[MeSH Terms] OR “AI”[tiab]) AND (“writing”[MeSH Terms]) AND (“students”[MeSH Terms]))

Tip: Untuk RQ yang lebih spesifik, tambah batasan geografis atau tahun publikasi. Contoh: AND LIMIT-TO(2020-2026) di Scopus. Tapi pastiin alasan pembatasan ini sesuai dengan protokol SLR kamu.

RQ: Kesejahteraan Mental Gen Z dan Media Sosial

Scopus:
TITLE-ABS-KEY((“social media” OR “online social network”) AND (“mental health” OR “psychological well-being” OR anxiety) AND (“Gen Z” OR “young adults” OR “adolescents”) AND (FOMO OR “fear of missing out”))

Tip: Untuk topik pendidikan, tambah sinonim level pendidikan kayak university, college, higher education, atau EFL, ESL, English as a foreign language. Sinonim yang tepat bakal ningkatin sensitivitas pencarian tanpa nambah terlalu banyak noise.

RQ: Efektivitas Project-Based Learning untuk Kemampuan Bahasa Inggris

Scopus:
TITLE-ABS-KEY((“project-based learning” OR PBL) AND (“English” OR “language learning”) AND (“speaking” OR “communication skill”) AND (“students” OR “EFL”))

Baca Juga: Cara Membuat PRISMA Flowchart untuk SLR

Kesalahan Umum Saat Bikin Search String

  • Terlalu banyak sinonim OR — 20 sinonim dalam satu grup bikin hasil pencarian overflow. Cukup 3 sampai 5 sinonim yang paling sering dipakai di literatur.
  • Campur aduk operator AND dan OR tanpa kurung — Selalu pake tanda kurung buat ngelompokkin. Contoh: (keyword1 OR keyword2) AND (keyword3 OR keyword4).
  • Nggak adaptasi per database — Search string yang works di Google Scholar belum tentu works di Scopus. Selalu cek panduan database masing-masing.
  • Lupa dokumentasi — Catat setiap versi search string yang kamu coba, database yang dipake, tanggal pencarian, dan jumlah hasil.
  • Nggak pake field tags — Pencarian di semua field biasanya ngasih hasil yang kebanyakan. Batasi ke judul dan abstrak pake TITLE-ABS-KEY().
  • Terlalu percaya sama AI-generated search string — Tools AI emang bisa bantu bikin search string, tapi tetep harus divalidasi manual.

Baca Juga: Parafrase Ilmiah: Teknik Manual vs Bantuan AI buat Skripsi & Jurnal

FAQ Seputar Search String SLR

Q: Berapa panjang ideal search string SLR?

A: Nggak ada aturan baku, tapi search string SLR biasanya 2 sampai 5 baris tergantung database. Yang penting semua elemen research question kamu terwakili. Kalau search string kamu udah lebih dari 10 baris, mungkin RQ kamu terlalu luas.

Q: Apakah harus pake Boolean operator di Google Scholar?

A: Google Scholar punya keterbatasan operator Boolean. AND otomatis dipake, OR harus ditulis kapital, tapi karakter maksimal query terbatas. Untuk pencarian awal masih oke, tapi untuk dokumentasi SLR serius pake Scopus atau Web of Science.

Q: Gimana kalau hasil pencarian terlalu sedikit?

A: Periksa apakah keyword terlalu spesifik. Coba tambah sinonim, kurangi batasan AND, atau perluas database yang kamu pake. Misalnya kalau cuma pake Google Scholar, coba tambah Scopus atau Semantic Scholar. Kalau masih sedikit, mungkin topik kamu terlalu baru dan belum banyak literatur yang terbit.

Q: Gimana kalau hasil pencarian terlalu banyak?

A: Tambah batasan, pake field tags yang lebih spesifik, atau tambah kriteria NOT. Tapi pastiin alasan pembatasan kamu logis dan terdokumentasi. Misalnya kalau kamu batasi tahun publikasi, jelasin alasannya. Kalau kamu exclude review articles, jelasin juga. Jangan asal batasin tanpa alasan yang jelas.

Kesimpulan

Search string adalah komponen krusial dalam SLR yang sering dianggap remeh. Padahal search string yang baik bisa menghemat waktu berminggu-minggu dan ningkatin kualitas review kamu secara signifikan.

Yang perlu diingat: selalu mulai dari research question, bukan nebak keyword. Gunakan operator Boolean dengan benar: OR buat sinonim, AND buat kelompok keyword yang berbeda. Adaptasi search string tiap ganti database karena setiap database punya aturan yang beda. Dan jangan lupa dokumentasi semua versi pencarian untuk laporan SLR.

Kalau kamu masih merasa kesulitan nyusun search string atau butuh bantuan ngerapihin hasil pencarian jurnal kamu, coba aja NulisKata yang punya fitur AI Academic Copilot untuk bantu proses review literatur akademik, dari nyari jurnal sampai nulis hasilnya.

Suka dengan artikel ini?

Dapatkan update artikel terbaru seputar AI dan teknologi penulisan langsung di email kamu.